Kelas Kata dalam Bahasa Indonesia

01.24

Le o le o sahabat Nyak Nyok Bek :)) Kali ini gue mau ngepost tentang Kelas Kata dalam Bahasa Indonesia. Mungkin ini beramanfaat bagi kawan-kawan, makanya di baca yaaa... Nyokk CEKIDOT :)) Jangan lupa kasih komentar nya, jangan jadi pembaca isterius :))

KELAS KATA

Ø  PENGERTIAN  :
·         Kata merupakan unsur utama dalam membentuk kalimat.
·         Kata juga dapat dibentuk melalui proses morfologi, yaitu afiksasi (pengimbuhan), reduplikasi ( pengulangan), dan komposisi (Penggabungan )
·         Dalam kalimat, kata memiliki kedudukan / jabatan seperti subjek, predikat, objek, dan keterangan
Ø  TUJUAN
·         Agar kita memahami kelas kata dan macam-macam frasa serta dapat memanfaatkan kelas kata dalam membuat kalimat rincian sehingga kalimat tetap efektif.
KELAS KATA TERBAGI MENJADI 5 KELOMPOK:
·         Kata kerja ( verba )
·         Kata sifat ( adjektiva )
·         Kata keterangan ( adverbia )
·         Kata benda (nomina),kata ganti(pronomina)
 kata bilangan (numeralia).
·           Kelompok kata tugas ialah :
   a. Kata Sandang  ( artikel )
    b. Kata Depan ( preposisi )
    c. Kata Hubung ( konjungsi )
    d. Partikel
    e. Kata Seru ( interjeksi )
PENJELASAN
1.KATA KERJA
Kata kerja (verba) adalah kata yang menyatakan perbuatan / tindakan, proses, dan keadaan  Byang bukan merupakan sifat.
Ciri-ciri kata kerja (verba)
1. verba berfungsi sebagai predikat dalam kalimat.
2. Dapat diberi aspek waktu,seperti akan, sedang dan
        telah.
 3. Dapat diingkari dengan kata tidak  
 4. Dapat diikuti oleh gabungan kata dengan + KB/KS
        contoh: Pergi dengan adik, menulis dengan cepat   
2.KATA SIFAT
Kata sifat / adjektiva adalah kata yang menerangkan sifat, keadaan watak, dan tabiat orang/binatang/benda
 Fungsi adjektiva:
Kata sifat umumnya berfungsi sebagai predikat , objek, dan penjelas subjek
3.KATA KETERANGAN
Kata keterangan / adverbia adalah kata yang memberi keterangan pada verba, adjektiva,nomina predikatif atau kalimat
Macam-macam adverbia :
   a. Adverbia dasar bebas, misalnya : alangkah, agak,     
       amat, niat, niscaya, tidak, paling, pernah, pula, saja,  
       saling.
   b. adverbia turunan terbagi atas :
       1. adverbia reduplikasi misalnya : agak-agak, lagi-lagi
          lebih-lebih, paling-paling.
      2. Adverbia gabungan misalnya : belum boleh, belum
          pernah, atau tidak mungkin.
      3. Adverbia yang berasal dari berbagai kelas misalnya :
          terlampau, agaknya, harusnya, sebaiknya, sebenarnya,
          secepat-cepatnya.
4.KATA BENDA, KATA GANTI, KATA BILANGAN
A. KATA BENDA (NOMINA)
Kata benda/nomina adalah kata yang mengacu kepada sesuatu benda (konkret maupun abstrak)
Ciri-ciri kata benda:
    1.Berfungsi sebagai subjek, objek, pelengkap, dan 
      keterangan.
   2.Dapat diingkari dengan kata bukan.
       contoh: bukan gula, bukan rumah, bukan mimpi, bukan 
                     pengetahuan
   3.Dapat diikuti dengan gabungan kata yang + KS (kata 
      sifat) atau yang sangat + KS.
      contoh : buku yang mahal, pengetahuan yang sangat penting
B.KATA GANTI
Kata ganti/pronomina adalah kata yang dipakai untuk
   Mengacu pada nomina lain. Pronomina berfungsi untuk menggantikan kata benda atau nomina.
Macam-macam pronomina.
    Ada 3 macam pronomina dalam bahasa Indonesia,   yaitu : (1) pronomina persona .
               (2) pronomina penunjuk .
               (3) pronomina penaya.
C. KATA BILANGAN
Kata bilangan / numeralia adalah kata yang dipakai untuk menghitung banyak orang, binatang, dan benda
Macam-macam numeralia :
    a. Numeralia utama (kardinal) terdiri atas :
        - Bilangan penuh misalnya : satu, dua, tiga, puluh,  
           ribu, juta.
        - Bilangan pecahan misalnya : sepertiga, duapertiga,  
           lima perenam.
        - Bilangan gugus misalnya :  lusin, gros,  
           kodi, atau ton.

5. KATA TUGAS
Kata tugas terdiri atas :
A. Kata Sandang ( artikel)
   Kata sandang / artikel adalah kata yang mendampingi kata 
   benda / yang membatasi makna jumlah oram-macam artikel :
a. Artikula/artikel bermakna tunggal, misalnya: sang guru, sang suami, sang juarab. Artikula/ artikel bermakna jamak, misalnya :para petani, para guru, para ilmuwan.
c. Artikula/artikel bermakna netral, misalnya: si hitam manis, si dia, si terhukum.
d. Artikula/artikel khusus, misalnya : Sri Baginda, Sri Ratu, Sri Paus (gelar kehormatan), Hang Tuah, dan Dang Halimah (panggilan pria dan wanita dalam sastra lama ).

You Might Also Like

2 komentar

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images